Biografi Singkat Imam Ibnu Kathir

Biografi Singkat Imam Ibnu Kathir

petikan dari: http://islamicalquran.blogspot.com/2012/01/biografi-singkat-dan-sejarah-al-imam.html 

Beliau adalah seorang yang dijuluki sebagai Al-Hafizh, Al-Hujjah, Al-Muarrikh, Ats-Tsiqah Imaduddin Abul Fida’ Ismai Ibnu Umar Ibnu Kathir Al-Qurasyi Al-Bashrawi Ad-Mimasyg Asy-Syafi’i.

Lahir disebuah desa bernama Mijdal daerah bagian Bushra pada tahun 700H. Ayahnya meninggal ketika beliau berusia tiga tahun dan beliau terkenal sebagai khatib di kota itu. Adapun Ismail Ibnu Kathir merupakan anak yang paling bungsu. Beliau dinamai Ismail sesuai dengan nama saudaranya yang paling besar yang wafat ketika menimba ilmu di kota Damaskus sebelum beliau lahir.

Pada tahun 707H, Ibnu Kathir pindah ke Damaskus, dan di sanalah beliau mulai menuntut ilmu dari saudara kandungnya Abdul Wahhab, ketika itu beliau telah hafal Al-Qur’an dan sangat menggandrungi pelajaran hadith, fikih maupun tarikh. Beliau juga turut menimba ilmu dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (wafat tahun 728H). Begitu besar cintanya kepada gurunya ini sehingga beliau terus-menerus bermulazamah (mengiringi) , dan begitu terpengaruh dengannya hingga mendapat berbagai macam cobaan dan hal-hal yang menyakitinya demi membela dan mempertahannkan gurunya ini.

Pergaulan dengan gurunya ini membuahkan bermacam faedah yang turut membentuk keilmuannya, akhlaknya dan tarbiyah kemandirian dirinya yang begitu mendalam. Karena itulah beliau menjadi seorang yang benar-benar mandiri dalam berpendapat. Beliau akan selalu berjalan sesuai dengan dalil, tidak pernah ta’assub (fanatic) dengan mazhbnya, palagi mazhab orang lain, dan karya-karya besarnya menjadi saksi atas sikapnya ini. Beliau selalu berjalan diatas sunnah, konsekuen mengamalkannya, serta selalu memerangi berbagai bentuk bid’ah dan fanatic mazhab.

Di antara uru beliau yang terkemuka selain Ibnu Taimiyah adalah Alamuddin Al-Qashim bin Muhammad Al-Barzali (wafat tahun 739H) dan Abul Hajjaj Yusuf Bin Az-zaki Al-Mizzi (wafat tahun 748H).

Para ulama di zamannya maupun yang datang sesudahnya banyak memberikan kata pujian terhadap dirinya, diantaranya Imam Adz Dzahabi yang berkata mengenai dirinya “Beliau adalah Imam Faqih Muhaddits yang ternama, seorang faqih yang handal, ahli hadith yang tersohor, serta seorang ahli tafsir yang banyak menukil.”

Muridnya yang bernama Ibnu Hijji berkata, “Beliau adalah orang yang pernah kami temui dan paling kuat hafalannya terhadap matan hadith, paling faham dengan takhrij dan para perawinya, dapat membedakan hadith yang shahih dengan yang lemah, banyak menghafal diluar kepala berbagai kitab tafsir dan tarikh, jarang sekali lupa, dan memiliki pemahaman yang baik serta dien yang benar.”

Al-Allamah Al-Aini berkata, “Beliau adalah rujukan ilmu tarikh, hadith dan tafsir.”

Ibnu Habib berkata, “Beliau masyhur dengan kekuatan hafalan dan redaksi yang bagus, dan menjadi rujukan ilmu tarikh, hadith maupun tafsir.”

Di antara karya besarnya adalah Tafsir Al-Qur’anul Azhim, Jami’ Al-Masanid Wa As-Sunan, At-Takmil Fi Ma’rifatits Tsiqat Wa Adh-Dhuafa’ Wa Al-Majahil – dalam kitab ini beliau menggabungkan apa yang terdapat dalam kitab Tahdzibul Kamal karya besar Al-Mizzi dan Mizanul I’tidal karya Adz-Dzahabi dengan sedikit penambahan dalam ilmu jarh wa at-ta’dil – dan kitab lainnya yaitu Al-Bidayah Wan Nihayah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s